SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA (^_^)

Selamat Berpetualang dengan Postingan Saya :)

Selasa, 30 Agustus 2011

Selamat Tinggal Ramadhan


الى اللقاء ياشهرالمبارك
Sepertinya belum lama kita bergembira dan berseru, MARHABAN YA B SYAHRU ROMADHON.. Namun sekarang? Aku hanya dapat duduk termangu ketika Ramadhan makin lama makin menjauh, dan hilang.
Entah, aku bingung sebenarnya apa yang kini kurasakan. Mungkin tulisan ini hanya sekedar goresan pena sang pemilik ribuan dosa ini. Hari ini, Selasa 30 Agustus 2011 diriku sedang dilanda kegalauan. Bukan karena pacar yang meninggalkan aku, namun karena ada sebab yang lebih mulia dan lebih besar lagi. kegalauan ini karena aku dan juga seluruh kaum Muslimin akan meninggalkan bulan yang mulia, bulan dimana didalamnya Al-Quran yang mulia diturunkan. Sang penghulu daripada bulan-bulan,bulan suxci Ramadhan 1432 H. Tidak terasa hari ini tepat hari ke-30 puasa, dan juga dipastikan hari adalah hari terakhir di bulan Romadhon. Mungkin bagi sebagian kaum Muslimin, mereka merasa senang karena Romadhon telah usai, ditandai dengan lebaran, mudik, baju baru, libur, dll. Aku pribadipun merasakan kebahagian dan nikmatnya hari Idul Fitri.
Namun aku bertanya dalam hati, “Yaa Allah, apakah aku beehak dan pantas menerima kefitrahan itu? Apakah hamba-Mu ini layak dikategorikan sebagai makhluk yang kembali suci seperti bayi yang baru lahir?” itulah yang menjadi pertanyaan dalam benakku. Aku yakin, ibadahku masihlah jauh dari  kesempurnaan, tarawih bolong-bolong, baca Al-Qur’an jarang, sholat fardhu pun pernah bolong, bahkan puasaku tercoreng oleh satu perbuatan hinaku. Apakah aku masih pantas menerima kefitrahanMu ya Allah? Akankah Engkau akan mengampuni dosa-dosaku ya Allah?
Ramadhan beberapa jam lagi akan meninggalkan kita. Bahkan bagi sebagian Muslimin, mereka sudah merayakan Idul Fitri hari ini. Kesedihan ini adalah kesedihan besar bagiku (dan juga bagi seluruh Muslimin Muslimat) Bulan penuh berkah ini, dimana awalnya adalah rahmat, yang didalamnya Allah swt mencurahkan rahmat yang tak erhingga didalamnya. Pertengahan Romadhon dimana ALLAH menurunkan ampunanNya kepada hamba-hambaNya. Dan di sepuluh akhirnya yang mana saat ini aku dan kalian (kaum Muslimin Muslimat) ada di detik-detik akhir Romadhon, dimana Allahu swt memberikan janjiNya untuk mmbebaskan kita dari api neraka. Subhanallah.. Maka nikmat Tuhan-mu yang mana lagi yang kamu dustakan? (QS. Ar-Rahman : 13) Ya Allah, aku merasa sangat kurang sekali dalam ibadah dan taqarrrub kepadaMu wahai Rabbi pemilik Arsy yang Mulia. Aapakah aku bisa dikategorikan hamba yang bisa selalu bersyukur kepadaMu? Disaat orang-orang tarawih, masih sempatnya aku melakukan hal yang kurang berguna. Dan disaat aku punya waktu luang, aku tak membaca AL-Quran.
Wahai Rabbi sesungguhnya aku tak pantas masuk ke SurgaMu, namun aku juga tak sanggup berada di dalam nerakaMu. Hamba hanya bisa menangis saat ini, disaat detik-detik akhir Ramadhan 1432 H. Sesungguhnya aku tidak tau, apakah Engkau aka memperkenankan aku untuk berada di Ramadhan selanjutnya. Wallahu A’lam. Akankah Engkau akan menghentikan nikmat Ramadhan tahun depan? Akankah Engkau akan mengutus malaikat Izrail sebelum aku bertemu dengan Ramadhan berikutnya? Hanya Allah yang Maha Mengetahui apa aku tidak ketahui.
Wahai Tuhan pemilik hidup dan kehidupan ini, aku bermunajat kepadaMu dengan sepenuh hatiku. Agar Engkau selalu mencurahkan kasih sayang dan kecintaan sejatiMu agar aku dan juga saudara, orang tua, teman, saudara dan selurujh kaum Muslimin selalu diberikan umur agar kami dapat menikmati kembali keberkahan Ramadhan ini. Aku ingin setiiap saat mengjhirup nikmat segar udara Ramadhan ini.
Wahai Rabbi, jadikanlah sisa Ramadhan yang tinggal beberapa saat ini sebagai ladang amal bagiku. Aku khawatir, tidak bisa masuk dalam bulan Ramadhan berikutnya.
Wahai Allah, pemilik langit dan bumi ini, limpahkanlah selalu keberkahan di akhir Ramadhan ini. Dan jangan Engkau jadikan Ramadhan tahun ini meerupakan Ramadhan terakhir bagiku ya Allah.
Ya Rabbi , panjangkanlah umur kami agar kami bisa sampai di Ramadhan berikutnya. Dan jadikan Ramadhan ini Ramadhan terindah bagiku, serta jadikanlah Ramadhan ini sebagai sarana terbaikku untuk mengintrospeksi diri.
Wahai Allah, jika bukan di bulan Ramadhan, kapan lagi aku memnaca kitab suci A;-Quran?
Wahai Allah, jika bukan di bulan Ramadhan, kapan lagi aku dapat mendirikan Qiyaamul Lail?
Wahai Allah, jika bukan di bulan Ramadhan, kapan lagi aku dapat bertemu dan berkumpul dengan keluarga-keluargaku?
Wahai Allah, jika bukan di bulan Ramadhan, kapan lagi aku dapat berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudaraku?
Yaa Allah, Engkaulah zat yang memiliki wewenang penuh atas diri ini, aku bermunajat kepadaMu agar Engkau dapat menggerakkan tubuh ini agar dapat terus beribadah kepadaMu.
Dengan tetesan air mata yang mengiringiku ini, aku hanya bisa pasrah dan tak berdaya. apakah aku masih bisa bertemu dengan bulan berkah igtu tahun depan.
Selamat tinggal Ramadhan..
Good Bye Ramadhaan..
Sayonara Ramadhan..
الى اللقاء ياشهرالمبارك

Tidak ada komentar:

Posting Komentar